Renjana Terhempas Part 4

Mengapa Kau Selemah Itu Jarak dari Koperasi Mahasiswa di Kampus Pusat ke rumahku, seharusnya bisa ku tempuh dalam waktu singkat. Namun entahlah, kenapa jalannya serasa lambat sekali. Isak tangis kami berdua yang menghalangi untuk membawa laju sepeda motorku lebih kencang. “Sagung, kenapa kamu memilih jalan pintas itu. Waktumu tinggal selangkah lagi, pasti bisa menyusul kami.”…Continue reading Renjana Terhempas Part 4

0Shares

Renjana Terhempas Part 3 Berita Duka

Kucoba menyusun rencana untuk KKN nanti. Besok semua peserta KKN di kelompokku akan rapat dan semua peserta diharapkan menyampaikan ide dan saran untuk program kerja di lapangan nanti. Selembar kertas ku corat-coret sesuai apa yang ada dalam pikiran. Tanpa sadar ku tertidur di meja belajar hingga menjelang subuh. Saat terbangun, terdengar suara Ibu membuka pintu…Continue reading Renjana Terhempas Part 3 Berita Duka

0Shares

Renjana Terhempas Part (2) Reaksi Ibu

Part 2 Reaksi Ibu “Sudah dapat kelompok Ranti?” Ibu menyambutku di depan pintu ruang tamu, setiba dari kampus. “Sudah Bu. Anggotanya 14 orang, 5 perempuan dan sisanya laki-laki,” sahutku. “Ah ya, Ranti sampai lupa mengucap salam. Assalamualaikum.” Lalu kucium tangan ibu. Salamku dijawab ibu, dan mengajakku untuk duduk sebentar. “Kamu dapat di daerah mana.”  Belum…Continue reading Renjana Terhempas Part (2) Reaksi Ibu

0Shares

Sepucuk Surat (Part 3)

BINTANG JATUH “Kata jatuh sebaiknya jangan dibiarkan sendiri Terdengar menyakitkan Beri kata awalan atau akhiran Diawali bintang akan menghiasi langitmu Diakhiri cinta akan menghiasi duniamu” Jarum panjang menuju angka dua belas, menandakan beberapa detik lagi jam ding dong akan berbunyi. Sekilas tidak ada yang istimewa pada pergantian ini. Sekedar perubahan antara menit dan detik, malam…Continue reading Sepucuk Surat (Part 3)

0Shares

Renjana Terhempas

Renjana Terhempas Cinta yang awalnya penuh rasa yang meletup-letup, dengan penuh harapan indah masa depan bersama, akhirnya hanya mimpi semata bagi Wiranti dan Radit. Cinta tak selamanya harus memiliki, namun kehilangan juga bukan hal yang diinginkan. Berusaha meraih saat renjana terhempas. —————– Part 1 Pertemuan Pertama Siang itu, ruang auditorium penuh dengan mahasiswa yang akan…Continue reading Renjana Terhempas

0Shares

Sepucuk Surat

Sepucuk Surat PROLOG Cinta? Cinta Sejati? Cinta Abadi? Bagaimana kamu memaknainya?     Kukira setiap orang memiliki pemahaman tersendiri tentang itu. Ya, aku tidak akan memaksamu untuk sependapat denganku. Karena aku sangat paham, tidak semua orang memiliki pemikiran yang sama. Tetapi sadarkah? Akan ada waktu dimana ragam pemikiran itu menjadi sebuah perantara dalam hal melengkapi, menyatukan,…Continue reading Sepucuk Surat

0Shares