Struktur Organ Pendengaran Ikan

Ikan adalah salah satu makhluk hidup yang memiliki sistem organ indera. Ikan memiliki sistem organ indera yang sangat berkembang, seperti sistem organ indera  penglihatan,  pendengaran,  perasa,  dan  penciuman.  Sistem pendengaran pada ikan terbilang   pendengaran yang sangat lemah. Hal tersebut dikarenakan telinga pada ikan tidak berfungsi secara optimal. Pada umumnya ikan memiliki alat bantu dalam mengoptimalkan pendengarannya tersebut, alat bantu itu berupa reseptor sensitif yang membentuk garis lateral, yang dapat mendeterksi arus dan getaran lembut dan merasakan gerakan ikan dan mangsa di dekatnya.

Fungsi dari indera pendengaran pada ikan dikaitkan dengan struktur telinga bagian dalam dan labirint. Salah satu organ yang sangat vital dalam mengatur keseimbangan adalah otolith.  Otolith  mengandung  kalsum  yang  terdapat  pada telinga bagian dalam yang biasa disebut dengan apparatus vestibularis. Beberapa organ lain yang berperan langsung dalam sistem organ indera meliputi aparat weberian, timpani kandung kemih, ruang suprabranchial, lateral batang saluran, dan tonjolan swimbladder. Organ-organ tersebut juga ikut berperan dalam peningkatan kemampuan pendengaran pada ikan.

A. Struktur Organ Pendengaran Ikan

Menurut  George  Parker  (1903,  1909),  reseptor  pendengaran  pada  ikan terletak pada organ vital otolith, yaitu pada sacculus dan lagena yang membentuk bagian ventral labirin. Organ otolith ini terletak pada telinga bagian dalam. Setiap spesies ikan memiliki organ otolith dengan peran yang bervariasi. Pada beberapa spesies ikan ikan, labirin terhubung dengan swimbladder sehingga menyebabkan otolith lebih besar daripada otolith pada ikan tanpa swimbladder (Platt, 1988).

Otolith memiliki orientasi yang spesifik. Lapillus terletak diatas permukaan ventral utrikulus. Teradapat pula sagita yang berbentuk memanjang yang terletak di arah rosto-ekor, dan permukaan rata internal yang terletak berlawanan dengan organ otolit  penting untuk keberadaan pendengaran directional di dalam ikan. Otolit dan makula ditutupi oleh selubung seperti jeli yang lebar, membran otolit strukturnya lebih padatan kental daripada endolimfa dari kamera otolith.

B. Struktur Tambahan Sitem Pendengaran Ikan

Struktur tambahan pada sistem pendengaran ikan dimulai oleh swimbladder yang terhubung dengan labirin secara langsung. Perubahan isolasi dari tekanan suara   menyebabkan   perubahan   terkait   dalam  volume   swimbladder   atau gelombang renang. Getaran dinding secara langsung atau tidak langsung di transmisikan ke labirin reseptor pendengaran. Beberapa organ lain yang berada disekitar  gelembung renang  juga disebut  organ tambahan sistem pendengarna ikan.

1. Swimbladder

Gelembung renang atau dapat disebut juga dengan swimbladder adalah oragan yang mengalami kontak langsung pada labirin atau tulang-tulang disekitar kepala ikan. Namun untuk beberapa jenis ikan mengalami perbedaan. Seperti pada sebagian ikan air tawar yang memiliki swimbladder tidak berhubungan langsung dengan labirin. Ikan-ikan tersebut tergolong kedalam ordo Cypriniformes, Siluriformes, Characiniformes, dan Gymnoiformes (E.H Weber, 1820).

2. Tympanic Bladder

Kandung kemih otic atau timpani terletak disetiap labirin (kiri dan kanan) di  antara  lengkungan  kanal  semisirkular.  Kandung  kemih timpani  memiliki dinding  yang  sangat  sempit, dengan ketebalan sekitar 50 ┬Ám.  Peran kandung kemih timpani dalam mormyrid adalah peningkatan kepekaan terhadap suara. Dalam kandung kemih  ini, sprektrum  frakuensi  yang  terdeteksi  oleh  ikan  menjadi  lebih  luas karena penerimaan gelombang suara frekuensi yang lebih tinggi.

0Shares

Tinggalkan Balasan