Situbondo, Keunikannya Mencengangkan

Apa yang ada di benakmu saat mendengar nama Kabupaten Situbondo? Kabupaten dengan Taman Nasional Baluran yang indah dan pantai dengan hamparan pasir putih.  Actually itu semua benar adanya . Bagi kamu yang belum pernah tahu dan yang hanya sekedar tahu, mari kita kenali dan telaah bersama-sama tentang kabupaten ini. Kabupaten  Situbondo menyimpan banyak rahasia dan keunikan di dalamnya. Sebagian orang mungkin akan tercengang jika mengetahui ada beberapa fakta menarik yang jarang ditemui di kota/kabupaten lainnya.

Secara  geografis, Kabupaten Situbondo terletak di Pulau Jawa, tepatnya berada di Provinsi Jawa Timur. Bagian timur kabupaten ini berbatasan dengan Kota Banyuwangi sedangkan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo. Jika kamu cermati, kedua kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Situbondo memiliki persamaan dalam penggunaan bahasa daerah, dan hanya berbeda dari segi logat dan pengucapannya. Iya kamu benar, masyarakat dari kedua kabupaten tersebut menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa mereka sehari-hari. Pertanyaannya, bagaimana dengan Kabupaten Situbondo? Apakah bahasa daerah Kabupaten Situbondo juga sama dengan kedua kabupaten yang mengapitnya? Jawabannya, tidak. Sedikit membuat terkejut memang. Lantas bahasa apa yang digunakan oleh masyarakat Situbondo? Masyarakat di Kabupaten Situbondo menggunakan Bahasa Madura sebagai bahasa sehari-hari, dan sebagian besar dari mereka tidak bisa berbahasa jawa. Terdengar aneh bukan? Kabupaten ini berada di Pulau Jawa, tapi bahasa sehari-harinya malah menggunakan Bahasa Madura, itulah kenyataannya. Pengaruh bahasa tersebut mungkin terjadi akibat pengaruh letak gerografis dari Kabupaten Situbondo yang dekat dengan Pulau Madura yang hanya dipisahkan oleh selat.

Ada satu keunikan lagi dari Kabupaten Situbondo. Di kabupaten ini terdapat suatu dusun yang diberi nama Dusun Karang Kenek. Dusun ini hanya memiliki 26 jumlah Kepala Keluarga (KK). Uniknya, jumlah KK ini tidak akan bertambah ataupun berkurang setiap tahunnya. Sangat mustahil bukan? Rumornya, hal itu terjadi dikarenakan adanya kutukan dari pendahulu yang menempati dusun tersbut. Jika salah satu dari KK pindah dari dusun ini ataupun meninggal dunia, selalu saja ada penyebab yang akan membuat jumlah KK bertambah lagi menjadi seperti semula. Begitupun sebaliknya, jika ada pendatang baru pasti akan berkurang dengan hitungan hari dan kembali pada  jumlah 26 KK. Kamu boleh percaya atau tidak itu pilihanmu, tetapi dusun ini memang selalu memiliki jumlah KK yang sama.

Nah, itu sekilas keunikan dari Kabupaten Situbondo, banyak hal menarik lainnya yang akan kamu ketahui jika berkunjung ke kabupaten ini. Bagi kalian yang penasaran, kami selalu menunggu kunjungan kalian :).

wisataliterasi/Setia.w-

0Shares

Tinggalkan Balasan