Secercah Harap di Bulan Suci

Secercah Harap di Bulan Suci

Bulan suci, bulan mulia sebentar lagi akan tiba. Semua umat muslim menyambut gembira dan antusias, kanak-kanak hingga orang dewasa.

Marhaban ya Ramadan.

Tahun ini Ramadan 1441 H. Umat muslim yang melaksanakannya harus mampu menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Benar-benar membutuhkan kesabaran dan ketakwaan yang lebih besar dari hari biasa. Fisik harus fit dan mental juga harus baik.

Hakikat pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadan ini sama pada setiap datangnya bulan suci ini. Dimulai dengan niat berpuasa, bersahur, lalu menghentikan aktivitas yang dapat membatalkan puasa saat Imsak tiba, dan berbuka dahulu sebelum salat magrib.

Sepanjang hari kita berpuasa, aktivitas rutin yang biasa kita lakukan harus tetap berjalan seperti sebelumnya. Namun kita harus menghindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa Ramadan, misalnya sengaja makan dan minum.

Nikmat berpuasa selalu memberi kenangan tersendiri. Kegiatan yang semakin membuat semaraknya bulan ini sangat terasa. Buka puasa bersama, sahur on the road, membangunkan orang untuk sahur, tarawih di mushola dan masjid-masjid. Saat puasa berakhir, selalu orang-orang berdoa agar dipertemukan dengan Ramadan berikutnya. Mashaallah.

Tahun ini terasa beda suasananya. Semua ibadah harus dikerjakan di rumah, maka nanti tak akan terlihat suasana buka bersama, tak ada jamaah yang berbondong-bondong ke mushola dan masjid untuk tarawih, dan sahur on the road pun hilang. Kanak-kanak pun tak terlihat berlarian sepanjang orang tuanya beribadah di masjid.

Bila kegiatan yang baik saja tidak bisa dilakukan, maka kegiatan yang mengedepankan keriuhan, hura-hura dengan dalih ibadah, sepatutnya tidak dilakukan bukan hanya pada masa pandemik ini, tapi seterusnya.

Kini masih tersisa waktu yang sempit untuk menghalau wabah yang melanda agar ibadah puasa Ramadan berjalan normal. Namun kita tak kan pernah putus berdoa dan memohon kepada Sang Khalik, niscaya bila Dia berkata Kun Fayakun, semua akan sirna dalam sekejap. 

Puasa harus tetap dijalani. Secercah harap di bulan suci akan datang dari Allah bila kita mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. 

Wallahu a’lam bishawab

Jumlah kata : 319

wisataliterasi/hadiyatitriono

0Shares

Tinggalkan Balasan