Renjana Terhempas

Renjana Terhempas

Cinta yang awalnya penuh rasa yang meletup-letup, dengan penuh harapan indah masa depan bersama, akhirnya hanya mimpi semata bagi Wiranti dan Radit.

Cinta tak selamanya harus memiliki, namun kehilangan juga bukan hal yang diinginkan. Berusaha meraih saat renjana terhempas.

—————–

Part 1

Pertemuan Pertama

Siang itu, ruang auditorium penuh dengan mahasiswa yang akan mendapat pembekalan KKN. Berbagai mahasiswa dari semua fakultas berkumpul di sana.

Aku bersama teman-temanku dari prodi Pariwisata yang sebagian besar cewek, segera mencari tempat sesuai papan nama yang terpasang.

“Selamat siang semua. Hari ini akan kami umumkan pembagian kelompok dan daerah yang akan kalian datangi. Siapkan alat tulis atau silakan ambil gambar penjelasan di depan.” Suara penyelenggara mampu membuat suasana yang semula hiruk pikuk menjadi diam dan konsentrasi.

Kini para mahasiswa mengarahkan pandangan ke depan, mencatat siapa saja anggota kelompoknya, desa tujuan, serta dosen pendamping.

Satu jam berlalu, dan semua mahasiswa sudah mendapatkan data. 

“Silakan sekarang kalian mencari siapa saja anggotanya. Nama fakultas atau prodi sudah tertera di baris depan tempat duduk. Lalu diskusikan untuk persiapan di tempat KKN nantinya.”

Suasana kini kembali riuh. Untunglah hanya berlangsung sebentar. Masing-masing kelompok sudah terbentuk.  

Hal pertama yang dilakukan tentu saja perkenalan. Kelompok terdiri dari 14 orang. Ada 3 orang dari fakultas ekonomi, 2 orang dari seni rupa dan design, 2 orang sastra Inggris dan satu orang dari sastra Indonesia. Selain itu ada  2 orang dari hukum, satu orang dari kedokteran, satu orang dari ilmu kesehatan, satu orang dari teknik sipil dan terakhir aku. 

Raka dari fakultas kedokteran memimpin diskusi. Hasil diskusi awal, terpilih susunan pengurus selama KKN. Inilah awal pertemuanku dengan  I Ketut Raditya dari fakultas hukum yang ditunjuk sebagai wakil ketua.

“Baiklah, saya Raka sebagai Ketua terpilih, menutup dahulu diskusi hari ini dan akan dilanjutkan besok di tempat yang akan disampaikan nanti melalui whatsapp. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, dan kita juga harus menjadi pengabdi masyarakat yang benar-benar bermanfaat bagi warga tempat kita KKN nanti.” Raka menutup pertemuan kecil, dan menyampaikan hasilnya kepada panitia penyelenggara.

Waktu telah beranjak sore, aku bergegas untuk pulang. Di pelataran parkir, kembali aku bertemu dengan teman baruku yang ditunjuk sebagai wakil ketua tadi. 

“Sampai ketemu besok ya,” katanya dengan tersenyum. Aku hanya membalas dengan senyuman tipis.

wisataliterasi/hadiyatitriono

0Shares

Tinggalkan Balasan