Kearifan Lokal yang Ajeg

Kearifan Lokal yang Ajeg

Generasi ‘jadul’ alias jaman dulu, masa kanak-kanaknya di isi dengan bermacam permainan sederhana yang melibatkan banyak orang untuk bermain. Ada interaksi antar pemain, tumbuh jiwa sosial antar teman, bahkan melatih fisik, ketangkasan juga pola pikir aktif serta kreatif selama permainan berlangsung.

Selain permainan tersebut, saat itu sering kita dengar cerita legenda rakyat, dongeng pengantar tidur, yang mengandung nilai-nilai kejujuran, keteladanan, kebersamaan dan kedisiplinan.

Masa kini, permainan tradisional atau permainan rakyat serta cerita dongeng tersebut, semakin banyak ditinggalkan generasi milenial yang terpapar teknologi. Peminatnya semakin berkurang karena ada anggapan sudah ketinggalan jaman, tergantikan dunia hiburan yang terkesan lebih modern, digawangi oleh gawai dengan fitur lengkap, berinteraksi di dunia maya yang pasti jangkauannya lebih luas tanpa harus bertemu langsung.

Akankah kearifan lokal yang terdapat dalam cerita rakyat, peribahasa dan juga permainan rakyat ini akan kehilangan ajegnya?.

Di tengah hiruk pikuk kemajuan teknologi dan degradasi memori kultural masyarakat, beberapa orang budayawan, pemerhati sosial, seniman dan pihak terkait pembinaan dan pengembangan pemuda, masih terus berusaha dalam pembentukan kepribadian anak-anak yang berkarakter kebangsaan, guna menghadapi arus globalisasi kekinian.
Diantaranya adalah upaya pelestarian budaya mendongeng dan permainan rakyat.

Upaya ini bukan berarti anti kemajuan jaman, namun alangkah bijaksananya bila anak nusantara tidak hanya dicekoki dengan pola pikir asing semata, tapi harus juga memiliki pandangan yang sesuai dengan kepribadian bangsanya.

Bukan usaha yang sia-sia bila hasilnya akan terus berkesinambungan bagi pelestarian budaya bangsa. Ajeg budaya di seluruh wilayah nusantara.

Hormat dan penghargaan atas dedikasi yang tinggi untuk tetap menjaga Ajeg Bali, kepada guru kami, orangtua kami tercinta (walau bukan orangtua kandung), seniman sejati, Bapak Made Taro. Lebih dari 30 tahun, maaf sesuai info akurat dari Beliau langsung, kami ralat…. Sudah sejak tahun 1973, Beliau mendongeng, menulis cerita, melestarikan, memodifikasi dan menciptakan berbagai permainan tradisional tanpa tebersit dibenak Beliau untuk berhenti.

permainan rakyat

wisataliterasi/hadiyatitriono

0Shares

Tinggalkan Balasan