Kala Cinta Meranggas

Puisi Bebas

Kala Cinta Meranggas

Ku hitung perjalanan cinta kita
Satu, dua, tiga, empat, lima ….
Ah ternyata sepuluh tahun 
Terikat dalam ikrar yang sah 
secara agama
Sebelumnya
Saat masih saling mengenal 
Kita sudah menjalaninya tiga tahun
Bukan waktu yang singkat
Kamu muda dan gagah
Akupun sedang ranum-ranumnya
Malu-malu dan saling tersipu
Hingga dekat dan makin lekat
Tiga tahun lamanya 
Saling mengenal sikap 
Saling memberi semangat 
Saling mengenal keluarga
Renjana makin kuat
Debaran makin menggebu
Semua tak tertahankan
Hingga berakhir di pelaminan
Sepuluh tahun terikat
Arungi biduk ikuti riak dan gelombang
Hidup tak selalu suka
Juga tak penuh duka 
Bukan karena Dia pembolak balik hati manusia
Tapi manusia  tak pernah puas
Tak cukup merengkuh satu
Masih tergoda meraih yang lain
Bahagia masih belum lengkap
Kesenangan masih belum sempurna
Kekayaan materi masih terus digali
Kemasyuran belum terjangkau luas
Perjalanan cinta ternoda
Ambisi mengemuka
Tiada lagi kata manis cinta
Apalagi belaian penuh mesra 
Sepuluh tahun tak menguatkan kami
Waktu juga tak mendamaikan hati
Rasa cinta makin terkikis
Rasa rindu tenggelam tanpa arti
Kami terperosok dalam kekosongan rasa
Menjadi dua manusia yang tak lagi saling memahami
Kau yang dulu bukan dirimu sekarang
Cinta menggebu kini mengering perlahan
Salah siapa
Aku kah yang tak pandai menata diri
Aku yang selalu menanti cinta sejati abadi
Aku yang terbuai mimpi indah tak pernah usai
Kau tak lagi bisa kuraih
Kau lari menjemput hati yang lain
Kau lupakan janji setia sampai nanti
Kau pergi karena aku tak ada lagi di hati
Cinta kita terpuruk
Sepuluh tahun bagai sedetik
Kukenal dirimu dan kupeluk
Lalu luruh bagai es terpapar mentari nan terik
Kini cintaku gersang
Meranggas bagai daun kering 
Berserak bersama angin
Terkoyak dan tak mungkin utuh kembali

wisataliterasi/hadiyatitriono

0Shares

Tinggalkan Balasan