Jangan Kau ambil Nyawaku

Jangan Kau ambil Nyawaku

Terseok-seok kutelusuri malam gelap tanpa bintang gemintang.

Ku coba berlari, namun berat dan letih

Sendiri dalam sunyi 

Tanpa teman menyapa

Tanpa kerabat yang ulurkan tangannya

Tuk bisa melewati jalanan panjang ke depan

Kata mereka, aku pendosa 

Patut tuk pergi paksa

Tanpa iringan airmata

Mereka menuding tajam

Mereka berteriak lantang

Mengusir penuh amarah

Tatapan garang menantang

Pergi kau!

Jangan lagi kau pulang!

Aku memang bukan perempuan baik-baik

Aku penggoda 

Aku perayu 

Menemani lelaki mengumbar syahwat

Demi lembaran kertas penyambung hidup

Aku sampah masyarakat

Saat semua terkuak

Berhenti segala lagak

Kuasa-Nya hentikan gerak

Sakit ini menggerogotiku

Menyisihkanku dari orang terdekat

Mengasingkanku jauh dari mereka

Seperti harap mereka agar aku tak kembali

Hidupku kini terasa suram

Tapi ku mau esok masih bisa ku jelang

Ku tak mau selalu dalam payung gelap masa silam

Walau harus tertatih meniti babak baru

Sepenuh hati ku pinta pada-Mu, Tuhanku

Mohon jangan Kau ambil nyawaku

Sebelum ku punya arti di hadapan-Mu

wisataliterasi/hadiyatitriono

0Shares

Tinggalkan Balasan