Jiwa Meranggas Nan Lelah

Kali ini sebuah puisi ungkapan jiwa nan lelah. Mencoba menguak makna dan jadi renungan. Wajah datar tatapan hampa Jauh nanar ke depan tanpa jeda Bergeming tak peduli Tanpa suara Mata sembab  Mulai terdengar sedu sedan  Lirih menyayat hati Remas jiwa terluka Remuk redam  Terserak bagai puing  Tak bisa dirangkai utuh Tersentuh pun berhamburan Petik satu…Continue reading Jiwa Meranggas Nan Lelah

0Shares

Kala Cinta Meranggas

Puisi Bebas Kala Cinta Meranggas Ku hitung perjalanan cinta kita Satu, dua, tiga, empat, lima …. Ah ternyata sepuluh tahun  Terikat dalam ikrar yang sah secara agama Sebelumnya Saat masih saling mengenal  Kita sudah menjalaninya tiga tahun Bukan waktu yang singkat Kamu muda dan gagah Akupun sedang ranum-ranumnya Malu-malu dan saling tersipu Hingga dekat dan…Continue reading Kala Cinta Meranggas

0Shares

MenemukanMU

Ini cerita seseorang Melangkah terkatung-katung Berjalanpun lontang-lantung Ia hendak meraung Namun segan bertutur lantang Bertanya kepada ilalang Juga kepada angin kencang Tentang apa yang kurang Atau mungkin ada yang hilang Tetap bisu, tiada yang tahu Lalu, teringat kepada satu Penciptanya.. Ia lupa, ia hidup untuk siapa Ia terisak dalam sesak Tertumpu dalam lumpuh Hatinya berseru…Continue reading MenemukanMU

0Shares

Sepertiga Malam

Sepertiga Malam Kala langit bertabur bintang, tapi kesunyian menyelimuti malam.  Netra enggan terbuka.  Raga tenggelam dalam kehangatan selubung  Namun kalbu berontak Beranjak melawan dingin angin malam Di pintu samping pelataran rumah Sumur tua terlihat begitu tenang Derit  putaran timba memecah kesunyian Kuangkat air dari dalamnya. Ces … Air terasa sedingin es menerpa wajah Netra lelahku…Continue reading Sepertiga Malam

0Shares

Jangan Kau ambil Nyawaku

Jangan Kau ambil Nyawaku Terseok-seok kutelusuri malam gelap tanpa bintang gemintang. Ku coba berlari, namun berat dan letih Sendiri dalam sunyi  Tanpa teman menyapa Tanpa kerabat yang ulurkan tangannya Tuk bisa melewati jalanan panjang ke depan Kata mereka, aku pendosa  Patut tuk pergi paksa Tanpa iringan airmata Mereka menuding tajam Mereka berteriak lantang Mengusir penuh…Continue reading Jangan Kau ambil Nyawaku

0Shares